Monday, 28 October 2013
2014
2014
Hilir
angin begitu menyekat
Jendela-jendela
nestapa penuh dengan lekat
Genderang
gong belum berkumandang
Korban-korban
tak mampu untuk berperang
Monster,
setan, bahkan iblis pun bergerak dari barat ke timur
Mengepung
tanah air penuh dengan lumpur
Walau
hati sulit untuk bisa bercampur
Rakyat lelah menunggu sang Garuda sejati datang
Membawa
secercah harapan yang tlah hilang
Wahai
pemuda
Kau harus melangkah walau kakimu patah
Kau
harus terbang walau tak bisa turun ke tanah
Kau
harus membersihkan luka dan jangan pasrah
Musuhmu
Garuda bertopeng yang berselimut uang
Tangan
kanan dan kirinya penuh dengan pedang
Otaknya
tertutup aksara yang tlah lama hilang
Mulutnya
penuh dengan rayuan yang terpasang
Tuhan..!!
Muksalah
kau ke dalam satria kebaikan
Rubahlah
abu menjadi pelangi kehidupan
Tuntunlah
walau tak bisa berjalan
Seribu
kejujuran bagaikan desahan ombak yang berterjangan
Membawa kedamaian penuh dengan pasangan
N Alfian A
N Alfian A
Yogya, 28 Oktober 2013
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
Puisi Sastra
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.













0 comments: