Friday, 18 April 2014
Sore Ini
Sore Ini
Sejenak kita nikmati sore
Sebelum malam datang dengan sejuta
bintang
Lihat arah langit sore
Awan-awan membentuk lukisan penuh arti
Burung-burung menjadi penghias kilauan
mentari
Menerka arah walau tak bisa dimengerti
Adinda,,
Aku tak kuasa menikmati sore ini
Semau penuh kedamaian
Walau itu luka yang penuh sesak
Namun angin sore lembut bagai senyummu
Yang slalu mengalir dalam mimpiku
Aku percaya
Sore tak akan cepat berlalu
Walau dirimu jauh di ujung dunia
Sore ini semua menjadi kata
Dekapan angin bagai kata mutiara
Yang tak bisa ku membalasnya
Sore ini..
Aku semakin terluka
Karena tak bisa menahan tawa
Suara bising pesawat tak enak untuk
disapa
Menjadikan manusia untuk selalu dimanja
Boleh aku tunjuk langit disana?
Kau tahu gambar awan itu?
Semau itu parodi dalam kesenyian dunia
Pagi hingga sore itulah keindahan dunia
Yang sulit untuk kita tandingi
ideologinya
Manusia hanya secuil awan di langit sana
Tingkahnya melebihi cahaya
Selalu pingin dimana-mana
Namun hati tak dipakai untuk bersahaja
Biar sore ini menjadi pilu
Biar bintang dan bulan bercinta kembali
Menjadi jalinan kasih
Yang selalu terang dan abadi
Walau bumi sudah ditumbuhi manusia yang
tak berarti
Jogja, 15 April 2014
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
Puisi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.













0 comments: