Thursday, 9 January 2014
Senja Nan Kelabu
Senja Nan Kelabu
Oleh : N Alfian A
Terlantung-lantung
dalam hamparan nirwana
Angin-angin
bergemuruh mengajak aku berbicara
Desirannya
menuntun aku berimajanisasi dalam khayalan
Oh khayalan membatasi aku tersengat terbawa
terik sinar
Gerah,
panas, bercampur membasahi keringat tubuh ini
Menanti
angin untuk menyapu benih keringat ini
Segar dan
penuh dahaga bila hembusan itu datang
Lelah,
letih hilang bagaikan diterjang gelombang pasang
Ku tatap
arah awan menandakan perubahan
Senja menghampiriku
dengan desiran khas lautan permai
Burung-burung
menjadi pelengkap menunduknya cahaya sukma
Gelombang
laut tak pernah lelah menerjang gumpalan pasir
Aku masih
berdiri menyambut senja diatas desiran gelombang
Ufuk barat
semakin redup terhanyut dalam lautan
permai
Kicauan
burung menandai awan akan bergemuruh
Berbaris
bagaikan kesatuan yang mau perang
Tepian laut
semakin basah oleh terjangan gelombang
Merubah
senja menjadi gelisah tersayup hamparan angin
Awan
merubah senja menjadi kelabu
Ingin
rasanya tubuh ini diterjang gempuran gelombang
Senja tak
lagi permai yang penuh dengan kesejukan
Ku rebahkan
penat yang selalu menemani diatas gumpalan pasir
Awan tak
lagi bersahabat
Memercikkan
air matanya menyiram rasa penat yang melanda
Biarlah
senja nan kelabu ini menghilangkan rasa penatku
Menanti
sang rembulan bersinar namun tak melupakan senja kelabu
Senja
kelabu menandai sebuah nirwana merajut asa
Merangkai
seuntai bintang walau tak bisa digenggam
Merangkai
asa untuk kembali bertemu senja yang permai
Sang surya
pasti mendengar keluh kesahku
Membawaku
bertemu senja di tepian sapuan gelompang pasang
(Yogyakarta, 12 April
2013, 19:28)
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
Puisi Sastra
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.













0 comments: