Download this Blogger Template by Clicking Here!

Ad 468 X 60

Friday, 28 March 2014

Widgets

Meruwat Indonesia 2014

Meruwat Indonesia 2014
oleh: N Alfian A

            Menjelang pusaran pergulatan politik 2014 yang lebih tepatnya pada april sampai juli mendatang. Berbagai cara telah ditempuh para kaum politis untuk menyukseskan puncak demokrasi nantinya. Mulai kampanye, blusukan, mencari kelemahan lawan politiknya, bahkan sampai saling serang lewat berbagai media sebagai sarana pencitraan.
            Namun, seiring berjalannya waktu mulai dari detik awal tahun hingga sempai sekarang ini. Kita selalu dihadapkan oleh peristiwa alam. Bencana terus bergilir di negeri ini. Awal tahun kita selalu di sibukkan dengan banjir, berlanjut gempa bumi, gunung meletus, hujan abu, hingga kini kebakaran hutan. Yang seolah-olah semakin menegaskan tanda bahwa alam, sudah mulai suntuk dengan penghuninya. Sehingga ini bisa dijadikan refleksi untuk menyongsong masa depan.
            “Tuhan tidak akan mengubah satu kaum, kecuali kaum itu mengubah nasibnya sendiri” begitu dalam surat Ar-Ra’d ayat 11 dipaparkan. Sekarang ini, kita selalu diuji oleh peristwa alam berupa bencana. Namun kebanyakan kita tidak bisa melihat dengan fakta realitas kehidupan  masyarakat sekarang ini. Seperti halnya, apakah kemudhorotan dan kemaksiatan masih terjadi di masyarakat atau tidak, korupsi sudah hilang atau belum. Hal inilah yang seharusnya menjadi tolah ukur untuk menyikapi terjadinya bencana alam.
            Nasib bangsa ini akan ditentukan oleh puncak demokrasi april sampai juli nanti. Apakah kita sudah memilih dengan baik, siapa yang akan membawa bangsa bisa terbang lagi?. Seperti halnya garuda yang terbang dengan penuh kebebasan tanpa adanya luka. Atau malahan semakin memperburuk keadaan. Semakin terjajah oleh bangsanya sendiri. Maka tak salah kata budayawan Emha Ainun Najib, “Kita ini bangsa garuda yang berperilaku seperti emprit”.
            Lantas bagaimana untuk menata kembali Indonesia 2014? Dan mengembalikan lagi bangsa garuda yang benar-benar garuda? Mengambil salah satu istilah jawa yaitu upacara ruwatan. Dan kata “ruwat” itu sendiri mempunyai arti terlepas (bebas) dari nasib buruk yang akan menimpa. Sedangkan meruwat berarti untuk membebaskan kepercayaan seseorang dari nasib buruk. Dan hal ini memang harus dilakukan untuk memperbaiki bangsa ini.
Meruwat Indonesia
            Sekarang ini penyakit bangsa ini sudah sangat kronis. Hampir setiap pejabat setiap harinya terjerat masalah. Mulai dari korupsi, perselingkuhan, suap maupun hal lainnya. Maka tak heran semakin banyak orang pintar semakin banyak tindak kejahatan. Meruwat Indonesia harus dibangun mulai dari pemudanya. Disini mahasiswa memiliki peran yang sangat menentukan. Sehingga agen sosial yang diperankan dan diemban mahasiswa setiap harinya harus tepat sasaran. Bukan hanya jago omongan dipinggir jalan tanpa ada bukti solutif. Itu sama halnya omong kosong.
            Mahasiswa harus bisa menjadi agen kesuksesan pemilu yang baik. Karena pemilu merupakan bagian meruwat Indonesia. Mengontrol Pemilu yang sarat akan adanya kecurangan politik uang. Memilih orang-orang yang bener berkompeten. Tanpa memihak golongan tertentu.

Sehingga ketika proses pemilu berjalan dengan baik. Dan yang telah terpilih mau berikrar dan berjanji. Untuk memperbaiki dan menata bangsa ini lebih baik lagi. Serta membasmi korupsi di negeri ini. Menegakkan hukum sesuai standar hukum yang baik. Menjungjung tinggi harkat dan martabat rakyat dengan baik. Itulah bagian untuk meruwat Indonesia. Sehingga kalau Indonesia sudah bersih dari hingar bingar korupsi. Maka tak elak nasib buruk akan menjauhi bangsa ini. Dan garuda bisa terbang bebas mengelilingi negeri. 

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 comments:

Powered by Blogger.