Friday, 28 March 2014
Dilema Konsentrasi Jurnalistik
Dilema Konsentrasi
Jurnalistik
oleh: N Alfian A
Sejak
tahun 2011, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri
(UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta telah ditetapkan dua konsentrasi. Yakni
Broadcast dan Jurnalistik. Namun sejak bergulirnya waktu hingga sampai
sekarang, penerapan kedua konsentrasi tersebut masih belum seimbang. Hal itu
dibuktikan dengan belum seimbangnya fasilitas yang diberikan oleh jurusan.
Sejauh ini, konsentrasi broadcast/penyiaran telah memiliki sarana atau
fasilitas untuk menunjang bakat mahasiswa sesuai bidang akademisnya. Dan itu
berbanding terbalik dengan konsentrasi jurnalistik.
Sebelum
terbentuknya kedua konsentrasi itu. Fakultas dakwah sendiri telah memiliki
Pusat Pelatihan Tekhnologi Dakwah (PPTD) sebagai fasilitas Mahasiswa yang suka
dunia broadcast atau penyiaran. “Sehingga konsentrasi Broadcast/Penyiaran
sejauh ini telah memiliki fasilitas dibanding dengan konsentrasi Jurnalistik”,
ungkap Khoiro Ummatin selaku Kepala Jurusan KPI.
Belum
adanya fasilitas dari Jurusan bagi Mahasiswa yang memilih konsentrasi
Jurnalistik. Hal itu cukup membuat resah dihampir kalangan Mahasiswa yang
memilih konsentrasi Jurnalistik. Padahal data dari Jurusan jumlah angkatan
Mahasiswa KPI angkatan 2011 dan 2012 yang memilih konsentrasi Jurnalistik hampir
berimbang. Artinya hampir setengah Mahasiwa per angkatan memilih konsentrasi
Jurnalistik.
Keresahan
akan hal itu juga di rasakan oleh Hariyono selaku ketua BEM Jurusan KPI.
“Selama ini Konsentrasi Jurnalistik seperti berjalan tanpa tongkat. Tak ada fasilitas
guna menunjang Mahasiswa untuk mengembangkan Jurnalistik di Jurusan” ungkapnya
di sela-sela waktu habis kuliah.
Dengan
adanya fasilitas mungkin bisa untuk dijadikan sarana buat proses pembelajaran. Sudah sewajarnya hal ini harus
dipikirkan matang-matang oleh pihak jurusan. karena mengingat hal itu bisa
berguna buat Mahasiswa guna menunjang kreatifitasnya dalan dunia jurnalistik.
Namun
hal itu telah di tanggapi oleh Khoiro Ummatin selaku Kajur KPI. Beliau
mengungkap “ Pihak jurusan telah mengusahakan sebuah wadah guna memfasilitasi
keduanya, sehingga nantinya biar sama punya wadah untuk berkarya” ungkapnya.
Lain
halnya Hariyono. Sulistiyani yang biasa disapa Ci’neng menuturkan, “masih ada
dosen yang penyampainnya kurang efektif dan seharusnya dosen bisa menyampaikan
yang lebih dari sekedar teori” tuturnya saat ditanyai tim bukit lewat facebook.
Sudah
seharusnya dosen membuktikan lewat sumbangsih karyanya guna memotivasi
mahasiswa. Penekanan-penekanan untuk
selalu menulis di media massa juga sarana yang efektif guna memicu semangat
mahasiswa untuk berkecimpung di dunia jurnalistik.
Dimuat
oleh
BUKIT
(Buletin Komunikasi Jurnalistik) edisi ke 5
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
Berita
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.













0 comments: