Download this Blogger Template by Clicking Here!

Ad 468 X 60

Friday, 28 March 2014

Widgets

Dilema Konsentrasi Jurnalistik

Dilema Konsentrasi Jurnalistik
oleh: N Alfian A


Sejak tahun 2011, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta telah ditetapkan dua konsentrasi. Yakni Broadcast dan Jurnalistik. Namun sejak bergulirnya waktu hingga sampai sekarang, penerapan kedua konsentrasi tersebut masih belum seimbang. Hal itu dibuktikan dengan belum seimbangnya fasilitas yang diberikan oleh jurusan. Sejauh ini, konsentrasi broadcast/penyiaran telah memiliki sarana atau fasilitas untuk menunjang bakat mahasiswa sesuai bidang akademisnya. Dan itu berbanding terbalik dengan konsentrasi jurnalistik.
Sebelum terbentuknya kedua konsentrasi itu. Fakultas dakwah sendiri telah memiliki Pusat Pelatihan Tekhnologi Dakwah (PPTD) sebagai fasilitas Mahasiswa yang suka dunia broadcast atau penyiaran. “Sehingga konsentrasi Broadcast/Penyiaran sejauh ini telah memiliki fasilitas dibanding dengan konsentrasi Jurnalistik”, ungkap Khoiro Ummatin selaku Kepala Jurusan KPI.
Belum adanya fasilitas dari Jurusan bagi Mahasiswa yang memilih konsentrasi Jurnalistik. Hal itu cukup membuat resah dihampir kalangan Mahasiswa yang memilih konsentrasi Jurnalistik. Padahal data dari Jurusan jumlah angkatan Mahasiswa KPI angkatan 2011 dan 2012 yang memilih konsentrasi Jurnalistik hampir berimbang. Artinya hampir setengah Mahasiwa per angkatan memilih konsentrasi Jurnalistik.
Keresahan akan hal itu juga di rasakan oleh Hariyono selaku ketua BEM Jurusan KPI. “Selama ini Konsentrasi Jurnalistik seperti berjalan tanpa tongkat. Tak ada fasilitas guna menunjang Mahasiswa untuk mengembangkan Jurnalistik di Jurusan” ungkapnya di sela-sela waktu habis kuliah.
Dengan adanya fasilitas mungkin bisa untuk dijadikan sarana buat proses  pembelajaran. Sudah sewajarnya hal ini harus dipikirkan matang-matang oleh pihak jurusan. karena mengingat hal itu bisa berguna buat Mahasiswa guna menunjang kreatifitasnya dalan dunia jurnalistik.
Namun hal itu telah di tanggapi oleh Khoiro Ummatin selaku Kajur KPI. Beliau mengungkap “ Pihak jurusan telah mengusahakan sebuah wadah guna memfasilitasi keduanya, sehingga nantinya biar sama punya wadah untuk berkarya” ungkapnya.
Lain halnya Hariyono. Sulistiyani yang biasa disapa Ci’neng menuturkan, “masih ada dosen yang penyampainnya kurang efektif dan seharusnya dosen bisa menyampaikan yang lebih dari sekedar teori” tuturnya saat ditanyai tim bukit lewat facebook.
Sudah seharusnya dosen membuktikan lewat sumbangsih karyanya guna memotivasi mahasiswa.  Penekanan-penekanan untuk selalu menulis di media massa juga sarana yang efektif guna memicu semangat mahasiswa untuk berkecimpung di dunia jurnalistik.

Dimuat oleh
BUKIT (Buletin Komunikasi Jurnalistik) edisi ke 5



SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 comments:

Powered by Blogger.