Download this Blogger Template by Clicking Here!

Ad 468 X 60

Friday, 28 March 2014

Widgets

Amirudin Zuhri:Tugas Wartawan Semakin Berat

Amirudin Zuhri: 
Tugas Wartawan Semakin Berat
oleh: N Alfian A


           
Lahir di Gunung Kidul, tepat pada 17 September 1975. Pria yang bernama Amirudin Zuhri mulai dikenal di kalangan akademisi UIN Sunan Kalijaga pada awal 2013. Menghabiskan masa kecil di Gunung Kidul. Pria yang sering disapa Pak Amir ketika mengajar di kelas Jurnalistik ini, mulai menempuh jenjang pendidikan tinggi pada tahun 1995-2000 di jurusan Ilmu Komunikasi UNS Surakarta.
            Hobinya pada kegiatan tulis menulis dari jenjang pendidikan Sekolah Menengah. Kian membuat dia melanjutkan karir dibidang tersebut. Setelah lulus kuliah karena dulunya suka menulis. Dia melanjutkan karirnya sebagai wartawan. Pada tahun 2000-2003 ia menjadi wartawan di Harian Republika dengan jabatan terakhir sebagai redaktur daerah. Tahun 203-2004 sebagai Asisten News Director Radio Trijaya FM. Tahun 2004-2008 berganti sebagai wartawan di Media Indonesia. Sehingga tepat pada tahun 2008 hingga sekarang. Karena sudah melalang buana selama bertahun di dunia pers di negeri ini. Akhirnya ia telah dipercaya menjadi Redaktur Pelaksana di Harian Jogja.
            Pria yang sering disapa Pak Amir ketika mengisi kuliah di kelas jurnalistik ini. Juga telah memiliki banyak karya dan prestasi. Selama ini ada dua buku yang telah ia ciptakan. Buku tersebut yakni, Sukses menjadi Penulis Independen (Genius, 2008) dan Letusan Merapi 2010 (Solopos 2011). Selain dua buku banyak prestasi yang telah ia dapatkan mulai dari masa akademisi hingga sebagai wartawan. Prestasi diantara yaitu, Juara I Lomba penulisan UGM dalam rangka Dies Natalies UGM  2005, Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional Reformasi Perpajakan yang dilaksanakan UGM 2006, Juara II lomba penulisan tiga tahun Mahkamah Konstitusi kategori Wartawan (2006), Penghargaan dari Perpustakaan Republik Indonesia (2007), Walikota Award 2012 sebagai Penulis Opini terbaik.
            Banyak karya dan prestasinya. Dia selalu meyakini bahwa dunia ini selalu membutuhkan peran wartawan. Saat di temui Tim BUKIT di sela-sela selesai kuliah. Ia berpesan pada calon wartawan muda nantinya, “terus belajalar dan semangat untuk mengejar cita-cita, peran wartawan sekarang sangat berat, karena kasus-kasus hampir selalu berdatangan setiap hari, itulah yang mengharuskan kalau wartawan harus selalu hidup” tuturnya. [fian]

Dimuat oleh
BUKIT (Buletik Komunikasi Jurnalistik) edisi ke 6

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 comments:

Powered by Blogger.