Download this Blogger Template by Clicking Here!

Ad 468 X 60

Wednesday, 14 May 2014

Widgets

Pendidikan Turun Tangan

Pendidikan Turun Tangan

            Republik ini dibangun dengan orang yang iuran, iuran tenaga, iuran pikiran, iuran nyawa dan darah. Mari kita Turun Tangan! Begitulah statmen Anies Baswedan dalam acara Debat Final Konvensi Partai Demokrat. Apapun permasalahan yang begitu kronis yang melanda di negeri. Sudah sepatutnya harus dijadikan permasalahan bersama. Saatnya kita iuran mengatasi permasalahan bersama.
            Baru saja kita di hebohkan kasus yang melanda pada pendidikan kita. Yaitu kasus seksual pada anak di sekolah ternama Jakarta Intenationan School (JIS). Sungguh ironis meihat anak dibawah umur menjadi korban seksual. Dan hal itu terjadi di sekolah tingkat International. Yang di dalamnya menerapkan sistem kelas International serta menjadi sekolah paling mahal di Indonesia. Akan tetapi bukan mutu pendidikan yang diterapkan. Malahan kebodohan bagi seorang pendidik.
            Kasus Jakarta International School (JIS) harus bisa menjadi refleksi bagi setiap orang tua maupun para pemuda. Sudah sepatutnya peristiwa semacam ini. Dijadikan refleksi untuk selalu “turun tangan” mengawal sistem pendidikan negeri ini. Jangan hanya menjadi penikmat pendidikan yang menjadikan kita dibodohi oleh sistem. Akan tetapi tanggap dan berani “turun tangan” merawat, membangun dan memperbaiki sistem pendidikan negeri ini. kesadaran-kesadaran sosial terhadap masyarakat harus tersalurkan. Supaya orang tua tahu mana yang baik dan buru mengenai pendidikan di negeri ini.
            Pendidikan “turun tangan” harus bisa menjadi alur kemajuan bangsa. Menyadarkan anak-anak, pemuda, maupun orang tua. Untuk peduli bersama membangun dan merawat kembali pendidikan di negeri ini. Negeri ini mempunyai kekayaan media untuk memperbaiki mutu pendidikan. Namun sayangnya media sekarang hanya diisi oleh acara-acara yang kurang mendidik. Mengajari anak goyang dangdut, percintaan remaja maupun melecehkan antar manusia (bullying).
            Maka semua hal itu dibutuhkan konsep yang matang untuk mengatasi semua itu. Salah satu alternative untuk mengatasi ialah dengan “turun tangan”. Orang tua harus punya kendali untuk membatasi anak menikmati media massa. Mengenalkan mana yang baik dan buruk pada anak mengenai dampak media massa. Serta mengajarkan moralitas pada anak agar nantinya terdidik menjadi anak yang baik.
            Akan tetapi siapa yang akan memberi arahan mengenai semua itu, kalau orang tua sama sekali tidak tahu mengenai masalah perkembangan pendidikan atau media? Pastinya pemuda atau mahasiswa. Pemuda atau mahasiswa harus bisa “turun tangan”. Sadar mengenai hal itu. Sudah sepatutnya “turun tangan” jangan hanya saling beropini kesana kemari tanpa tau arahnya. Permasalahan pendidikan sangatlah kompleks. Kalau pemuda atau mahasiswa tidak tanggan mengenai hal itu. Jangan berharap Indonesia akan bisa berbenah.
            Sekarang ini Indonesia hanya membutukan orang yang berani iuran. Iuran rembuk (kepedulian) mengenai nasib bangsa ini. Itulah cerminan bangsa yang baik. Pendidikan adalah senjata untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain. Kalau pendidikan kita tidak beres. Apa kau akan menjadi orang yang merdeka. Maka turun tanganlah bersama. Untuk mengebalikan nama garuda bangsa Indonesia.

Jogja, 28 April 2014


SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 comments:

Powered by Blogger.